Suatu hari, seorang guru berbicara didepan para siswanya, dan ia memberikan sebuah ilustrasi yang tidak akan dengan mudah dilupakan para siswanya.
Satu demi satu dimasukkannya batu itu hingga memenuhi toples sampai ke ujung atas dan tidak ada batu lagi yang muat untuk masuk ke dalamnya, kemudian dia bertanya, “Apakah toples ini sudah penuh?” Semua siswanya serentak menjawab, “Sudaah.”
Lalu ia bertanya kepada siswanya sekali lagi, “Apakah toples ini sudah penuh?” Kali ini para siswanya hanya tertegun, “hmm..mungkin belum Pak”, salah satu dari siswanya menjawab.
Sekali lagi dia bertanya, “Apakah toples ini sudah penuh?” “Belum Pak!” serentak para siswanya menjawab dengan yakin. Sekali lagi dia berkata, “Bagus!”
Lalu sang guru ini memandang kepada para siswanya dan bertanya “Apakah maksud dari ilustrasi ini?” Seorang siswanya yang antusias langsung menjawab, “Maksudnya, betapapun penuhnya jadwalmu, jika kamu berusaha kamu masih dapat menyisipkan jadwal lain kedalamnya”
Benarkah seperti itu?
hmm..ternyata, “Bukan”, jawab sang guru. “Bukan itu maksudnya”.
Lalu, apakah batu-batu besar dalam hidup ini? Mungkin keluarga kita, orang-orang yang kita sayangi, persahabatan, kesehatan, mimpi-mimpi..Hal-hal yg kita anggap paling berharga dalam hidup.
Ingatlah untuk selalu meletakkan batu-batu besar tersebut sebagai yg pertama atau kita tidak akan pernah punya waktu untuk memperhatikannya. Jika kita mendahulukan hal-hal kecil (kerikil dan pasir) dalam waktu kita maka kita hanya memenuhi hidup dengan hal-hal kecil dan tidak akan punya waktu berharga yg dibutuhkan untuk melakukan hal-hal besar dan penting (batu-batu besar) dalam hidup.
Lalu.. sudahkah kita menjadikan Ibadah kepada Sang Maha Pencipta sebagai batu terbesar kita?
(QS. Al Ashr: 1-3)
NB: jzk Aldi atas review seminarnya :)
